Apel Kamis 19/02/2026: Semangat Ramadan dan Penguatan Layanan di BRMP Kepri
Tanjungpinang – Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau (BRMP Kepri) kembali melaksanakan pel rutin pada Kamis (19/02). Apel dipimpin oleh Rudi Hartono selaku Kepala BRMP Kepri. Apel ini diikuti seluruh pegawai, jajaran manajemen, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Dalam kesempatan tersebut, Rudi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Ia berharap seluruh pegawai dapat menjalankan ibadah dengan kualitas terbaik, sekaligus mengisi awal Ramadan dengan aktivitas produktif dan bermanfaat. “Semoga bulan puasa kita tetap semangat mengerjakan tugas-tugas dan layanan secara baik. Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan,” tegasnya.
Beberapa poin yang dibahas dalam amanatnya adalah:
1. Penguatan Struktur Organisasi
Rudi juga menyinggung pengangkatan pejabat baru minggu lalu, yakni Kapala Bagian Tata Usaha, Ketua Kelompok Subtansi (Kapoksi), dan Ketua Tim Kerja (Katimker) dengan total 13 orang. Kedepannya, akan dibentuk struktur staf di bawah masing-masing Kapoksi dan Katimker untuk memperkuat koordinasi kerja dan memaksimalkan pelayanan publik.
2. Peningkatan Layanan Publik
Sebagai eselon II di Kepulauan Riau, BRMP Kepri tengah membahas standar layanan minimum. Wacana pengaktifan perpustakaan digital dan laboratorium pasca panen menjadi agenda penting. "Nantinya akan ditugaskan pustakawan dan laboran khusus, sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai reformasi birokrasi" ujarnya.
3. Pembahasan Rancangan Kebijakan Nasional
Selain itu, apel juga menyinggung kebijakan nasional, termasuk pengesahan RUU tentang pengalihan status PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu bersama DPR. Rudi menekankan kesiapan menghadapi aturan mutasi staf secara nasional, di mana pegawai Kementerian Pertanian dapat dimutasi ke seluruh Indonesia, termasuk ke pemerintah daerah, sesuai kebutuhan tenaga kerja secara holistik.
Beliau juga mengajak seluruh pegawai dan penyuluh untuk memperkuat sinergi, meningkatkan disiplin, serta membangun budaya kerja yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan petani. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh komitmen dan dedikasi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas di lapangan.